Cari di Sini

Sabtu, 07 September 2013

Mengenal Gandum Lebih Dekat

Selain untuk menyediakan benih rumput gandum, kehadiran Rumputgandum.com merupakan salah satu upaya mengenalkan gandum dan meningkatkan produktivitas gandum di Indonesia. Selama ini gandum belum populer di Indonesia, padahal memiliki potensi untuk dikembangkan. 

Perlu diketahui, sebagian besar kebutuhan gandum di negeri ini masih berasal dari impor. Padahal kita punya lahan yang luas untuk pertanian gandum, tapi pemerintah dan petani belum serius menggarapnya untuk budidaya gandum.

Nah, di sini kami memberikan sekilas pandangan tentang budidaya gandum ini. Semoga bisa membuat Anda tertarik untuk menjadi petani gandum. Pengembangan gandum ditujukan untuk memantapkan daerahdaerah yang sudah biasa menanam gandum, sedang daerah bukaan baru lebih di fokuskan kepada sosialisasi dan demplot agar petani yang ingin mengembangkan gandum dapat belajar tentang budidaya gandum yang benar. Peningkatan areal tanam gandum ini terus diupayakan melalui pemasyarakatan tanam gandum. Agar tecapainya keberhasilan pengembangan gandum maka waktu tanam yang tepat, kualitas benih dan pemilihan lokasi seperti ketinggian tempat, suhu merupakan faktor penting.

Keunggulan Gandum


1. Biaya pemupukan relatif sedikit

2. Dapat memutus siklus hama pada tanaman kentang
3. Pemeliharaan tidak seintensif padi
4. Hama burung tidak ada karena adanya perisai/duri pada gabah
5. Proses pasca panen lebih mudah
Manfaat Gandum

1. Makanan ringan roti, mie, biscuit, pudding, es krim, macroni, kue

2. Bahan pakan ternak seperti gabah, dedak, bungkil
3. Untuk industri dalam pembuatan kerajinan, hiasan, lem dan
pembuatan kertas
  • PROSES PENANAMAN
Iklim yang cocok untuk gandum

-       Ketinggian diatas lahan yang sesuai 800 m dpl

-       Suhu Optimum 20 25° C
-       Curah hujan 600 825 mm/tahun
-       Kelembapan ratarata 80 90%
-       Intensitas penyinaran 9 12 jam/hari

Tanah yang baik untuk penanaman gandum


-       Jenis tanah adalah Andosol, Regosol kelabu, Latosol dan Aluvial

-       pH tanah berkisar 6 7
-       Syarat tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman gandum adalah :
  • hara yang diperlukan cukup tersedia,
  • tidak ada zat toksit,
  • kelembaban mendekati kapasitas lapang,
  • suhu tanah ratarata berkisar 15 28° C,
  • aerasi tanah baik,
  • tidak ada lapisan padat yang menghambat penetrasi akar gandum untuk menyusuri tanah.
Cara Pengolahan Tanah


  • Tanah dicangkul sedalam 25 30 cm setelah tanah dicangkul, dibiarkan/dianginanginkan selama 7 hari
  • Penggemburan tanah dilakukan agar bongkahan tanah menjadi butiran yang lebih halus
  • Kemudian tanah dianginanginkan selama 7 hari agar terhindari dari unsurunsur\ beracun yang kemungkinan         ada di dalam tanah

Pembuatan Bedengan



  • Setelah tanah diolah/digemburkan dibuat bedengan selebar 200cm. Panjang bedengan menyesuaikan kondisi lahan
  • Diantara bedengan dibuat selokan selebar 50 cm dan sedalam 25cm
  • Tanah dari galian selokan diambil dan ditaburkan diatasbedengan sehingga menambah tinggi bedengan
  • Permukaan bedengan dihaluskan dan diratakan sehingga ratabenar
  • Pada setiap bedengan nantinya terdapat ± 8 barisan tanaman
  • dengan jarak antar baris 25 cm.
Penanaman

Varietas yang ada dan pernah dikembangkan di Indonesia baru beberapa varietas di antaranya Nias, Timor, Selayar dan Dewata namun dari ke 4 varietas tersebut yang banyak di tanam oleh petani varietas Selayar dan Dewata.


Kebutuhan Benih


Benih yang digunakan hendaknya benih bermutu, hal ini sangat penting disamping untuk menghasilkan produksi yang tinggi juga tahan terhadap hama dan penyakit yang menyerang. Kebutuhan benih per hektar 100 kg atau sama dengan 1 kg/100 m² dengan sistim larikan jika ditanam dengan sistim tugal kebutuhan benih bisa kurang dari 100 kg/ha.


Waktu Tanam

Waktu tanam yang tepat adalah pada awal musim kemarau dan di akhir musim penghujan, pada sebagian besar daerah di Pulau Jawa biasanya berada di antara bulan April Mei dimana di perkirakan curah hujan tidak terlalu tinggi. Namun demikian, ada beberapa daerah yang waktu tanamnya tidak pada bulanbulan tersebut. Hal ini dikarenakan pada daerah tersebut mempunyai musim kemarau dan penghujan yang berbeda.
Cara Bertanam


  • Buat alur/larikan pada bedengan dengan jarak antara 25 cm.
  • Benih yang akan ditanam, dicampur terlebih dahulu dengan Dithane.
  • Benih dimasukan dalam alur sedalam 3,5 cm dengan caraseretan.
  • Taburi Furadan ditempat biji dalam alur, kemudian ditutupdengan tanah halus. Pemberian Furadan dimasukan agar benih tidak terkena hama dan penyakit.
Pengairan

Pada waktu setelah tanam yang diikuti pemupukan ke I lahan perlu diairi agar benih berkecambah dan dapat tumbuh dengan baik.

  • Pada waktu tanaman berumur 30 HST (hari setelah tanam) yaitu pada waktu setelah penyiangan dan pemupukan ke II, tanaman perlu diairi agar dapat menyerap pupuk dengan baik.
  • Waktu tanaman berumur 45 65 HST yakni pada waktu fase bunting sampai keluar malai, tanaman perlu diairi agar jumlah bunga dan biji yang dihasilkan banyak.
  • Pada fase pengisian biji sampai masak (± 70 90 HST) tanaman perlu diairi agar tidak menurunkan berat biji yang dihasilkan.
Pemupukan

Waktu pemupukan dapat dilakukan sebelum tanam atau pada saat tanam sebagai pupuk dasar. Pupuk pertama diberikan TSP dan KCl serta sebagaian pupuk N. Dosis pupuk dapat ditentukan oleh jumlah hara yang tersedia didalam tanah. Biasanya pupuk organik 10 ton/ha, sedangkan pupuk anorganik 120 200 kg N/ha, P 45 150 kg/ha dan 30 70 kg K/ha. Pemberian pupuk Urea dapat diberikan 2 3 kali.

Pemberian I : Sepertiga bagian bersama dengan pupuk P dan K dalam bentuk pupuk  majemuk.
Pemberian II : Sepertiga bagian pada saat bertunas sekitar 25 30 hari setelah tanam.
Pemberian III : Sisanya pada saat pembentukan primordia bunga untuk mendorong pembentukan malai, butir gandum dan peningkatan protein.

Penyiangan


Penyiangan dilakukan 2 3 kali tergantung banyaknya populasi gulma.

Penyiangan I : tanaman berumur 1 bulan
Penyiangan II : dilakukan 3 minggu dari penyiangan pertama
Penyiangan III : tergantung banyaknya dan tingginya populasi gulma.

Pengendalian Hama dan Penyakit


Di Indonesia hama yang menyerang tanaman gandum dan cukup berbahaya adalah, Aphhids, Walang Sangit, Ulat Grayak, Penggerek Batang, Sundep dan Nematoda.

1. Aphids
Aphids berbadan lunak dan transparan menyerang dengan cara menghisap dan menyebabkan daun berwarna kekuningan dan mati prematur. Aphids juga mengeluarkan cairan yang mengandung gula yang dikenal sebagai honeydew yang menyebabkan bintikbintik kecil hitam pada daun sehingga menyebabkan perkembangan jamur jelaga.
2. Walang Sangit
Walang sangit menyerang jaringan batang dan biji yang sedang tumbuh dengan cara merusak. Bila walang sangit memakan biji selama masak susu maka biji akan rusak, bila menyerang pada perkembangan lanjut akan menyebabkan biji kisut. Bila memakan titik tumbuh menyebabkan tanaman menjadi steril.
3. Ulat Gerayak
Ulat Gerayak dan ulat penggerek batang menyebabkan kerusakan berat pada areal yang cukup luas. Gejala serangan rusaknya pinggir daun sampai ke bagian tengah daun atau ujung tanaman, larva hama ini dapat merusak bagian leher tanaman bahkan beberapa spesies memakan bagian akar atau bagian dalam akar
4. Sundep
Sundep dapat mematikan tanaman, gejala yang ditunjukan pucuk tanaman berwarna putih, bila pangkal tanaman dibelah akan di dapati ulat. Biasanya tanaman yang terserang 10 15% dan serangan ini jarang menyebabkan kerusakan pada areal yang luas.
5. Nematoda
Nematoda dapat mengurangi vigor tanaman dan menyebabkan luka, busuk dan pembengkakan akar. Areal yang terinfestasi tidak beraturan dan biasanya di tandai dengan terhambatnya pertumbuhan tanaman.

Penyakit Tanaman Gandum


Penyakit tanamn gandum yang biasanya di temui adalah penyakit

yang disebabkan oleh jamur, sedangkan penyakit utama tanaman
gandum adalah :
  1. Penyakit Karat (Rust) dibagi 3 yaitu :
  • Karat jalur atau karat kuning disebabkan patogen Puccinia Striiformis.
  • Karat daun atau karat coklat (Leafor brown rust) di sebabkan patogen Puccinia rencondita f.sp tritici.
  • Karat Batang atau karat hitam disebabkan patogen Puccinia gramini f.sp tritici
2. Penyakit Bercak Daun (leaf and glume blotch) disebabkan Septoria tritici, Septoria nodorum, Septoria avenal f. Sp. trificea.
3. Penyakit Busuk Akar, Hawar Kecambah dan Bercak Daun disebabkan Drechslera (Helminthosporium) sativa dan Drechsleratritici repentis.
4. Penyakit Busuk Pangkal Batang disebabkan Fusarium culmorum dan Fusarium graminearum. Penyakit lain yang dijumpai pada tanaman gandum adalah blight daun disebabkan Alternaria triticina, penyakit eyespot disebabkan Pseudo cercosporella herpotrichoides, penyakit busuk hitam akar yang disebabkan Gaeumannomyces graminis, penyakit tepung disebabkan Erysiphe graminis F. sp. tritici, penyakit kudis, dan penyakit kerdil kuning.

Panen


Gandum yang siap panen apabila tanaman telah berumur ± 90 untuk dataran rendah, berumur ± 107 hari untuk dataran menengah, dan ± 112 hari untuk untuk dataran tinggi. Sedangkan ciriciri tanaman siap panen sebagi berikut :

  • Sekam (lemma dan palea) yang menutupi biji gandum telahmengering
  • Jika biji gandum di gigit sudah terasa keras·
  • Kadar air biji gandu antara 20 30 % Panen sebaiknya dilakukan pada keadaan cuaca cerah, karena akan sangat membantu dalam perontokan biji.
Perontokan dan Pengeringan


  • Setelah gandum dipanen (panen menggunakan sabit bergerigi), segera dirontokan (dipisahkan dari malai) menggunakan thresher, kemudian dikeringkan.
  • Apabila bila menggunakan thresher, maka setelah dipanen, biji yang masih bersatu dengan malai, dijemur kemudian dirontokan dengan cara diinjakinjak dengan kaki, setelah itu biji
  • dikeringkan dengan menggunakan sinar matahari.
Pasca Panen

Biji gandum yang akan diolah menjadi tepung terigu harus memenuhi pengujian mutu meliputi :

  • -       Uji kotoran yaitu jumlah bendabenda asing yang terdapat pada biji gandum syarat maksimum 0,1 0,5 %
  • -       Uji kadar air butir gandum maksimum 12,5 %
  • Uji kemurnian butir dari campuran tanaman lain minimal 99,6 %
  • Uji bobot dari 1.000 butir sekitar 28 40 gr
  • Uji keseragaman ukuran dan bentuk biji
  • Kadar serat 2 2,7 %
  • Kadar abu 1,4 2 %
  • Uji rendemen tepung 85 %
  • Uji kadar protein 6 20%
  • Menghasilkan tepung dengan daya hisap terhadap air 2 60 %
  • Biji gandum yang telah dikeringkan hingga kadar air 14 % bilahendak disimpan dimasukkan kedalam karung dan disimpan digudang penyimpanan. Untuk menghindari pengaruh kelembaban maka tumpukan karung tidak boleh langsung diletakan di lantai atau dinding.
Syarat-syarat gudang penyimpanan adalah :
  • tidak bocor/tempias
  • lantai harus padat (terbuat dari semen atau beton)
  • mempunyai ventilasi yang cukup, agar aliran udara lancer sehingga udara dalam gedung tidak lembab
  • bebas dari gangguan hama dan penyakit (ruangan bersih, lubang ventilasi tertutup kawat kasa). Cara penumpukan hendaknya diatur sedemikian rupa agar tumpukan mudah dihitung, mudah dikontrol, tidak mudah roboh dan keluar masuk barang lebih mudah.
Untuk mendapatkan benih gandum, Anda bisa menghubungi WhatsApp: 081288851177.

Harga Rp20.000 per bungkus.
Terima kasih.
  
ARTIKEL TERBARU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar