Empat Mitos yang Salah Tentang Kanker

Dalam rangkaian peringatan Hari Kanker Sedunia 2013, YKI mengadakan sosialisasi tentang kanker kepada masyarakat di berbagai tempat, termasuk ke siswa di sekolah.

Seperti hari ini, Jumat (22/2/2013), YKI mengadakan sosialisasi tentang kanker ke ratusan siswai-siswi di SMA Negeri 24 Jakarta, Nila menyampaikan keempat mitos tersebut, dan bagaimana faktanya sebagai berikut

Mitos pertama, kanker adalah masalah kesehatan semata.

Faktanya: Dampak kanker mencakup masalah sosial, ekonomi, dan pembangunan, hingga implikasi terhadap hak asasi manusia. Karena biaya pengobatan memerlukan dan yang cukup banyak, akan berdampak buruk pada ketahanan keluarga, dan mengakibatan kemiskinan.

Mitos kedua, kanker adalah penyakit orang kaya, orang tua, dan adanya di negara maju.

Faktanya: Kanker adalah epidemi global yang dapat menyerang segala usia, dan dari semua kelompok sosio-ekonomi, jumlah terbanyak di negara berkembang. Sekitar 50% pengidap kanker di Indonesia berusia kurang dari 50 tahun.

Hal ini memberi efek buruk bagi keluarga dan populasi, serta perkembangan ekonomi.

Mitos ketiga, kanker selalu berakibat kematian.

Faktanya: Kanker yang awalnya menyebabkan kematian, saat ini berhasil disembuhkan bila mendapat perawatan dan pengobatan yang efektif. Terutama bila ditemukan pada stadium dini.

Mitos keempat, kanker adalah takdir.

Faktanya: Dengan strategi yang tepat, umumnya sepertiga dari penyakit kanker dapat dicegah.

Kebijakan global, regional, dan nasional dalam mempromosikan pola hidup sehat, dapat mengurangi penyakit kanker yang diakibatkan oleh konsumsi alkohol, rokok, nutrisi tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik.

Kebiasaan makan makanan sehat, meningkatkan aktifitas fisik, serta menjaga berat badan ideal dapat mencegah sebanyak sepertiga penyakit kanker.

Saat ini ada herbal keladitikus dan temu putih untuk membantu mengatasi kanker. Satu botol Rp35 Ribu isi 80 kapsul. Silahkan hubungi 081288851177.